Muktamar ke-35 NU: Rais Aam dan Ketum PBNU Dilarang Rangkap Jabatan sebagai Presiden
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Muktamar ke-35 NU di Jombang pada 27-31 Agustus 2026 resmi menyepakati larangan rangkap jabatan bagi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Keputusan ini diambil untuk menjaga marwah kepemimpinan organisasi agar tidak terdistraksi oleh kepentingan politik. Larangan ini tidak berlaku bagi pengurus NU lain di luar posisi mandataris muktamar. Komisi Organisasi juga mempertahankan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) untuk pemilihan Rais Aam PBNU melalui musyawarah mufakat tanpa voting.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 16.10
Muktamar ke-35 NU Bahas Isu Rangkap Jabatan Ketum PBNU dan Rais Aam
JPNN.com · 30 Agustus 2026 pukul 17.12
Sidang Tatib Sempat Terhambat Akibat Demo di Area Muktamar ke-35 NU
CNN Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 16.35
Memahami AHWA, Mekanisme Baru Pilih Ketum PBNU di Muktamar Jombang
JPNN.com · 30 Agustus 2026 pukul 11.36
Muktamar ke-35 NU Putuskan Ketum PBNU Dipilih Lewat AHWA, Begini Mekanismenya
Berita terkait
Gus Rozin Hormati Keputusan Muktamar NU soal Pemilihan Ketum PBNU Lewat AHWA
JPNN.com · 30 Agustus 2026 pukul 10.35
Muktamar ke-35 NU Sepakati Rais Aam dan Ketum PBNU Tak Boleh Rangkap Jabatan Politik
JPNN.com · 30 Agustus 2026 pukul 09.34
Muktamar ke-35 NU Sepakati Mekanisme Baru Pemilihan Ketua Umum PBNU
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 06.26
Sidang Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU Alot, Gus Ipul: Tertib, Tak Ada Susupan
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 23.23