Negara Bakal Hemat Rp 26 Triliun pada Sektor Migas, Wow!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Teknologi adsorbed natural gas (ANG) yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berpotensi menghemat beban subsidi liquefied petroleum gas (LPG) hingga sekitar Rp 26 triliun per tahun. Kepala BRIN, Arief Satria, menyatakan inovasi ini lahir dari kerja sama sister lab dengan peraih Nobel Kimia 2025, Susumu Kitagawa. ANG menggunakan metal organic framework untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan gas alam terkompresi (CNG), sehingga tabung gas seukuran LPG 3 kilogram dapat digunakan lebih lama. Sebagai perbandingan, LPG 3 kg konvensional biasanya bertahan 10 hari, sedangkan ANG dapat bertahan hingga 15 hari. Indonesia memiliki cadangan gas alam yang melimpah namun masih bergantung pada impor LPG dalam jumlah besar. Teknologi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan tersebut dan memberikan efisiensi ekonomi bagi negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 11.10
BRIN Kembangkan Teknologi ANG Pengganti LPG, RI Bisa Hemat Rp26 T
Liputan6.com · 8 Agustus 2026 pukul 13.05
BRIN Punya Tabung Penyimpanan CNG Tekanan Rendah, Bisa Jadi Opsi Pengganti LPG
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 11.35
BRIN Sudah Kembangkan Reaktor Nuklir Mini, Segini Kapasitasnya
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 18.45
BRIN Kembangkan Teknologi Penyimpanan Gas, Bisa Pangkas Subsidi LPG Rp 26 Triliun
Berita terkait
RI Bakal Uji Coba Penggunaan CNG 'Pengganti' LPG 3 Kg Pekan Depan
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 09.00
CNG 3 Kg Bakal Disubsidi, Tapi Biayanya Lebih Hemat 40% dari LPG
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 21.20
CNG Alternatif Pengganti LPG 3 Kg Bakal Diuji Coba Pekan Depan
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 18.35
Harga Resmi LPG 3 Kg, 5,5-12 Kg di Agen-Pangkalan per 10 Agustus 2026
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 10.05