Negara-negara Arab Marah dan Pertanyakan Jaminan Keamanan AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Raja-Raja Arab marah dan mencurigakan terhadap kebijakan keamanan AS di bawah Presiden Donald Trump, khususnya terkait konflik dengan Iran. Menurut The Washington Post, pemerintah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Bahrain merasa kecewa dengan pendekatan AS yang dianggap tidak konsisten dan gagal mencapai solusi diplomatik. Beberapa negara bahkan mulai menilai kembali nilai kerja sama militer dengan AS, meskipun hubungan dasar tidak diputuskan. Mereka tetap bergantung pada AS untuk senjata dan dukungan militer, namun semakin mengeksplorasi alternatif keamanan. Pekan lalu, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menandatangani perjanjian pertahanan bersama sebagai sinyal untuk mengurangi ketergantungan pada AS. Meskipun demikian, Washington menegaskan bahwa hubungan dengan sekutu Teluk tetap kuat dan menyebutkan bahwa Iran semakin terisolasi akibat tindakannya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 07.00
Pakistan, Arab Saudi dan Turki akan Berperan Konstruktif Menjaga Pertahanan Kawasan
Berita terkait
Arab Saudi Kenalkan Monster Gurun HEET 8x8 dan HEET 4x4
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 12.58
Melonjak 80 Persen, Ekspor Minyak Arab Saudi Capai Level Tertinggi Sejak Perang
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 17.40
Prancis Kerahkan Tentara dan Sistem Rudal ke Arab Saudi usai Diserang Houthi Yaman
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 10.53
Raja Salman Murka, Houthi Disebut Milisi Teroris-Makkah Diincar
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 21.20