Negara-negara Arab Marah dan Pertanyakan Jaminan Keamanan AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Raja-Raja Arab marah dan mencurigakan terhadap kebijakan keamanan AS di bawah Presiden Donald Trump, khususnya terkait konflik dengan Iran. Menurut The Washington Post, pemerintah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Bahrain merasa kecewa dengan pendekatan AS yang dianggap tidak konsisten dan gagal mencapai solusi diplomatik. Beberapa negara bahkan mulai menilai kembali nilai kerja sama militer dengan AS, meskipun hubungan dasar tidak diputuskan. Mereka tetap bergantung pada AS untuk senjata dan dukungan militer, namun semakin mengeksplorasi alternatif keamanan. Pekan lalu, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menandatangani perjanjian pertahanan bersama sebagai sinyal untuk mengurangi ketergantungan pada AS. Meskipun demikian, Washington menegaskan bahwa hubungan dengan sekutu Teluk tetap kuat dan menyebutkan bahwa Iran semakin terisolasi akibat tindakannya.
Bagikan
Berita terkait
Raja Arab Saudi Keluarkan 3 Dekret, Susun Ulang Kabinet di Bawah Putra Mahkota Mohammed bin Salman
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 10.47
Aliansi Mekkah Akan Jadi Perisai Baru atau Sinyal Strategis?
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 05.15
Diteken Turki-Pakistan-Saudi, Apa Tujuan Pakta Pertahanan Makkah?
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 12.46
Turki, Arab Saudi dan Pakistan Bikin 'NATO Islam', Ada Apa?
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 06.38