Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Banjir Nepal dan Ancaman Perubahan Iklim di Himalaya

Banjir bandang di perbatasan Nepal-Tibet pada 26 Agustus 2025 disebabkan oleh runtuhnya gletser dan batuan di Gunung Langtang Lirung, Himalaya. Analisis satelit dan data seismik menunjukkan bahwa peristiwa ini tidak dipicu oleh gempa konvensional, melainkan oleh longsoran material es, batu, dan lumpur yang menghasilkan getaran setara magnitudo 5,2. USGS semula menduga gempa magnitudo 4,4, namun kemudian menyempurnakan analisis menuju energi seismik akibat runtuhnya gletser.

Para ilmuwan menyoroti bahwa pemanasan global menyebabkan mencairnya permafrost dan es yang menjadi 'perekat' alami batuan di pegunungan tinggi. Suhu tanah di sekitar lokasi kejadian mencapai titik tertinggi dalam dua tahun, dua hari sebelum kejadian. Dr Hamish Pritchard dari British Antarctic Survey menjelaskan bahwa suhu tinggi melemahkan lapisan es yang menstabilkan gletser, sekaligus mengisi retak dengan air hingga akhirnya memicu keruntuhan.

Kejadian ini menegaskan risiko yang meningkat bagi sistem iklim Himalaya, terutama dengan berkurangnya gletser yang berpotensi membentuk danau gletser baru. Jika danau-danau ini jebol, dapat menyebabkan banjir bandang (GLOF) yang mengancam ratusan juta orang di Asia yang bergantung pada air sungai dari pegunungan ini. Para ilmuwan menekankan pentingnya sistem pemantauan yang lebih komprehensif, termasuk kestabilas gletser, permafrost, dan lereng gunung, bukan hanya deteksi gempa atau hujan ekstrim.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait