Neraca Dagang Kembali Surplus USD120 Juta di Juli 2026, Begini Jurus Mendag Jaga Tren Positif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus sebesar USD120 juta pada Juli 2026, setelah mengalami defisit pada Mei dan Juni 2026. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan optimisme bahwa tren positif ini akan berlanjut, mendukung rekam jejak surplus selama 72 bulan berturut-turut. Ekspor Indonesia pada Januari hingga Juli 2026 tumbuh 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Budi, lonjakan harga minyak mentah dunia di atas USD100 per barel menjadi salah satu faktor penyebab defisit pada periode Maret hingga April 2026. Namun, ia menekankan bahwa surplus nonmigas tetap berjalan kuat meskipun terdapat defisit migas. "Kita karena defisit migasnya, tapi surplus nonmigas tetap jalan," ujarnya.
Budi menyampaikan harapannya agar tren surplus neraca perdagangan dapat terus dipertahankan hingga akhir tahun dan seterusnya. "Kami inginnya tidak sampai akhir tahun, tapi sampai seterusnya, ya surplus terus," tegasnya saat ditemui di kantor Kemendag, Jakarta.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 2 September 2026 pukul 15.34
Mendag Targetkan Neraca Perdagangan RI Surplus Terus hingga Akhir 2026
Detik.com · 2 September 2026 pukul 12.36
Mendag Pede Neraca Dagang RI Lanjut Surplus hingga Akhir Tahun
Detik.com · 2 September 2026 pukul 11.42
Ekspor RI Bisa Tambah US$ 5 Miliar, Ini Sumbernya
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 17.15
Nilai Impor Migas Melonjak 49,91% di Juli 2026, Dipicu Harga Minyak Dunia
Berita terkait
Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus, Ekspor Juli Tembus US$26,2 Miliar
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 13.12
Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Cetak Surplus di Juli 2026, Nilainya USD0,12 M
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 12.51
BPS Catat Neraca Perdagangan RI Surplus USD 120 Juta pada Juli 2026
kumparan · 1 September 2026 pukul 12.17
Neraca Perdagangan RI Surplus US$ 120 Juta
Detik.com · 1 September 2026 pukul 11.54