Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Neraca Perdagangan Indonesia Juni 2026 Defisit US$ 0,45 Miliar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit US$0,45 miliar pada Juni 2026. Defisit dipicu lonjakan impor, terutama sektor migas, yang melampaui pertumbuhan ekspor. Defisit komoditas migas mencapai US$3,49 miliar, sementara surplus nonmigas hanya US$3,04 miliar sehingga belum mampu menutup defisit tersebut.

Nilai impor Juni 2026 mencapai US$25,91 miliar, naik 34,27% dibanding Juni 2025. Impor migas melonjak 105,15% menjadi US$4,56 miliar, sedangkan impor nonmigas naik 25,05% menjadi US$21,35 miliar. Impor bahan baku dan penolong tumbuh 38,94%, barang modal naik 26,53%, dan barang konsumsi naik 17,46%. Sementara itu, ekspor mencapai US$25,46 miliar, naik 9,46% secara tahunan. Ekspor nonmigas sebesar US$24,39 miliar, sedangkan ekspor migas turun 3,78% menjadi US$1,07 miliar.

Secara kumulatif Januari–Juni 2026, ekspor mencapai US$140,81 miliar (naik 4,13%) dan impor US$137,24 miliar (naik 18,69%). Surplus nonmigas masih ditopang oleh lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja. Namun, tingginya impor hasil minyak dan minyak mentah tetap memicu defisit neraca perdagangan Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait