Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Netanyahu Bantah Dikte Trump soal Iran

Israel membantah tuduhan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berupaya mendikte Presiden AS Donald Trump mengenai kebijakan luar negeri, khususnya soal Iran. Tzipi Hotovely, direktur komunikasi Netanyahu, menegaskan dalam pernyataan kepada wartawan bahwa kedua pemimpin memiliki pandangan yang sepenuhnya selaras dan berkoordinasi erat dalam perang melawan Iran. Pernyataan ini disampaikan menyusul kritikan terbuka Trump terhadap langkah Netanyahu yang membahas kekhawatiran mengenai fasilitas nuklir bawah tanah Iran, Gunung Pickaxe, di depan publik, sementara Trump mengeluhkan tidak dibahas secara privat lebih dulu.

Pertemuan Netanyahu dengan Trump di Gedung Putih pada Selasa, 28 Juli 2026 waktu setempat, menjadi sorotan karena hubungan kedua pemimpin diwarnai perselisihan beberapa waktu terakhir. Trump secara terang-terangan mengkritik Netanyahu terkait operasi militer Israel terhadap Iran dan Hizbullah di Lebanon. Namun, Netanyahu dalam pernyataan via Instagram menyebut percakapan tersebut sebagai salah satu yang terbaik yang pernah dilakukan keduanya. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, juga menggambarkan pertemuan itu 'baik dan produktif'.

Dalam pertemuan tertutup di Ruang Oval, selain membahas isu Iran, kedua pemimpin membahas kemungkinan normalisasi hubungan Israel dengan Arab Saudi. Hotovely mengungkapkan bahwa isu penjualan jet tempur siluman F-35 oleh AS ke Turki, yang ditentang oleh Israel, tidak dibahas. Trump juga tidak menuntut Israel menarik mundur pasukannya dari area yang diduduki. Hotovely menegaskan bahwa Netanyahu tidak sedang mendikte Presiden AS atau mendorongnya ke arah kebijakan tertentu, melainkan kedua belah pihak sama-sama ingin mencegah Iran memiliki senjata nuklir dengan berbagai cara.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait