Netanyahu Bilang Pasukan Israel Siap Siaga Jika Dia Ditangkap di Luar Negeri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan bahwa pasukan khusus Israel dalam keadaan siaga untuk melakukan intervensi guna menyelamatkannya jika ia ditangkap saat berada di luar negeri. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara dengan presenter Fox News, Sean Hannity, sebagai respons terhadap surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Netanyahu menyebut pasukan khusus tersebut siap untuk tugas baru, mengisyaratkan kemungkinan operasi penyelamatan militer. Surat perintah ICC mempersulit perjalanan luar negeri Netanyahu, karena negara anggota berdasarkan Statuta Roma wajib menegakkan surat perintah, meskipun hal ini masih diperdebatkan secara hukum dan politik. Sebelumnya, Wali Kota New York Zohran Mamdani menyerukan penangkapan Netanyahu di AS, menyebutnya sebagai 'penjahat perang' dan mendesak pemerintah federal melaksanakan surat perintah ICC. Operasi militer tanpa izin di negara lain melanggar hukum internasional dan dapat memicu sengketa diplomatik serius.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 2 Agustus 2026 pukul 15.58
Israel serang Gaza lagi meski sepakat lanjutkan gencatan senjata
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 19.30
Hamas Akui Berikan Konsesi Demi Rakyat Palestina
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 15.29
Israel Tak akan Campur Tangan dalam Perlucutan Senjata Hamas
ANTARA News · 31 Juli 2026 pukul 14.29
Laporan media: Hamas setuju memulai penyerahan senjata berat
Berita terkait
Puluhan Negara WO Bikin Sidang PBB Sepi saat Netanyahu Pidato
Detik.com · 26 September 2026 pukul 06.03
Netanyahu di PBB: Semprot Wali Kota NY Mamdani-Banyak Yang Walk Out
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 07.10
Amnesty Tuding Prancis Terapkan Standar Ganda terkait Pesawat Netanyahu
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 21.31
77 Delegasi Walk Out Sidang PBB sebelum Pidato Netanyahu, Picu Reaksi Luas
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 20.41