Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Netanyahu Jadi Beban, Trump Pusing Kena Hajar Sana-sini

Presiden AS Donald Trump menghadapi tantangan politik setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak rencana perdamaian 15 poin yang diumumkan 30 Juli. Rencana itu mengatur penghentian perang di Gaza, pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel, dan pengalihan pemerintahan Gaza ke Komite Nasional beranggotakan ahli independen Palestina. Pejabat senior AS menilai penolakan Netanyahu terkait kebutuhan politik menjelang pemilu Israel 27 Oktober, yang berpotensi merusak citra Trump sebagai pembawa damai.

Hamas menyatakan telah membubarkan pemerintahannya dan bersedia menyerahkan kekuasaan serta melucuti senjata sesuai peta jalan. Pejabat Hamas Bassem Naim mendesak AS menekan Netanyahu. Namun Netanyahu menegaskan IDF tidak akan menarik pasukan sebelum Hamas dilucuti. Direktur Dewan Perdamaian Nickolay Mladenov mencatat Hamas setuju hentikan operasi militer dan pelucutan termasuk senjata perorangan dengan mekanisme verifikasi.

Survei Pew Research Center Juli menunjukkan pandangan negatif terhadap Israel naik dari 43 persen pada 2022 menjadi 62 persen, sementara kepercayaan pada Netanyahu turun ke 27 persen pada Maret dari 32 persen. Kritik datang dari pendukung MAGA dan progresif, berpotensi memengaruhi suara Trump. Jika kebuntuan berlanjut, perbedaan kepentingan bisa berkembang menjadi konfrontasi terbuka.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait