Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Trump Ganti Pesawat karena Ancaman Iran, Pejabat Turki Sebut Rekayasa Israel

Para pejabat Turki membantah laporan intelijen Israel yang mengklaim Iran berencana membunuh Presiden AS Donald Trump saat KTT NATO di Ankara pada Juli 2026. Menurut laporan Middle East Eye (MEE), Israel mengirimkan laporan kepada Dinas Rahasia AS untuk meyakinkan bahwa ancaman serangan rudal Iran nyata. Namun, sumber Turki menyatakan bahwa laporan tersebut tidak benar dan merupakan rekayasa untuk menggagalkan pembicaraan damai antara Iran dan AS. Pejabat Turki menegaskan bahwa rencana pembunuhan ini juga berpotensi merusak hubungan Iran-Turki yang relatif stabil. Netanyahu dan timnya diduga ingin menampilkan diri sebagai pelindung Trump dan menghalangi upaya pembukaan Selat Hormuz yang ditutup Iran sejak konflik dimulai. Iran sebelumnya mengucapkan terima kasih kepada Turki karena mencegah rencana AS-Israel untuk memicu kerusuhan di wilayah Kurdi yang berbatasan dengan Turki. Akibat laporan ancaman rudal, Trump dan sejumlah stafnya menggunakan truk katering untuk pindah dari Air Force One ke pesawat C-32A yang lebih kecil guna meninggalkan Turki secara diam-diam pada 8 Juli. Air Force One berangkat terpisah dengan para pejabat senior dan staf Gedung Putih.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait