Trump Ganti Pesawat karena Ancaman Iran, Pejabat Turki Sebut Rekayasa Israel
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para pejabat Turki membantah laporan intelijen Israel yang mengklaim Iran berencana membunuh Presiden AS Donald Trump saat KTT NATO di Ankara pada Juli 2026. Menurut laporan Middle East Eye (MEE), Israel mengirimkan laporan kepada Dinas Rahasia AS untuk meyakinkan bahwa ancaman serangan rudal Iran nyata. Namun, sumber Turki menyatakan bahwa laporan tersebut tidak benar dan merupakan rekayasa untuk menggagalkan pembicaraan damai antara Iran dan AS. Pejabat Turki menegaskan bahwa rencana pembunuhan ini juga berpotensi merusak hubungan Iran-Turki yang relatif stabil. Netanyahu dan timnya diduga ingin menampilkan diri sebagai pelindung Trump dan menghalangi upaya pembukaan Selat Hormuz yang ditutup Iran sejak konflik dimulai. Iran sebelumnya mengucapkan terima kasih kepada Turki karena mencegah rencana AS-Israel untuk memicu kerusuhan di wilayah Kurdi yang berbatasan dengan Turki. Akibat laporan ancaman rudal, Trump dan sejumlah stafnya menggunakan truk katering untuk pindah dari Air Force One ke pesawat C-32A yang lebih kecil guna meninggalkan Turki secara diam-diam pada 8 Juli. Air Force One berangkat terpisah dengan para pejabat senior dan staf Gedung Putih.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 21.30
Israel Bocorkan Ancaman Pembunuhan Trump, CIA: Ah yang Bener?
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 16.20
Turki Tuding Mossad Merekayasa Plot Iran untuk Membunuh Trump
ANTARA News · 15 Agustus 2026 pukul 15.24
Trump disebut "bercanda" soal deklarasi Selat Hormuz jadi wilayah AS
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 11.53
Balasan Iran Soal Pernyataan Trump Segera Deklarasikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
Berita terkait
Presiden Iran "Tampar" Trump Bertubi-tubi di PBB, Ini Pernyataannya
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 15.20
Klaim Trump Perangi Iran: Kita Lindungi Israel, Timur Tengah dan Eropa
Detik.com · 3 September 2026 pukul 09.57
Putra Netanyahu yang Hidup Mewah di AS Dievakuasi Darurat ke Israel
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 14.00
Terungkap, Erdogan Jegal Operasi Rahasia Mossad dan CIA Gulingkan Rezim Iran
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 12.26