Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Netanyahu Sebut Iran Coba Bunuh Putranya di Tengah Memanasnya Konflik

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa Iran telah mencoba membunuh salah satu dari dua putranya, meskipun tidak memberikan detail spesifik mengenai insiden tersebut. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah wawancara televisi dan muncul di tengah ketegangan yang sudah lama terjadi antara Israel dan Iran. Netanyahu juga mendukung agar mantan ksatria militer Gadi Eisenkot, yang sedang bersaing melawannya dalam pemilu yang akan dilaksanakan pada 27 Oktober, mendapatkan perlindungan keamanan penuh 24 jam dari Shin Bet. Ia menegaskan bahwa perlindungan tersebut bukanlah kemewahan, tetapi diperlukan untuk mencegah serangan dari Iran.

Sebelumnya, jurnalis Israel Amit Segal melaporkan bahwa dugaan serangan tersebut sebenarnya telah diketahui selama beberapa bulan, namun tidak dapat dipublikasikan karena perintah larangan publikasi. Netanyahu memiliki dua putra, Yair yang berusia 35 tahun dan lainnya yang belum disebutkan secara publik. Yair telah tinggal di Miami sejak awal tahun 2024 di bawah perlindungan Shin Bet, yang sempat menuai kontroversi akibat biaya keamanan yang dikeluhkan oleh warga Israel dan Florida.

Pernyataan Netanyahu muncul di tengah eskalasi konflik yang semakin tinggi antara Israel dan Iran. Pada Februari 2024, Israel dan AS berhasil menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam sebuah serangan. Setelah itu, putra Khamenei, Mojtaba, dilantik sebagai pemimpin baru Iran dan berjanji untuk membalaskan kematian ayahnya. Pertukaran serangan antara kedua belah pihak terus berlanjut, sementara ketegangan geopolitik di wilayah Timur Tengah semakin memanas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait