Iran Ancam Hentikan Seluruh Ekspor Minyak di Timur Tengah, AS Justru Luncurkan D-Day Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

AS mengancam Iran dengan sanksi ekonomi baru yang disebut 'serangan finansial terbesar' yang akan diterapkan pada hari Senin, menargetkan mitra dagang Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan langkah ini dalam artikel opini di Financial Times. Sebaliknya, Iran bersumpah akan menghentikan seluruh ekspor minyak dari Teluk Mediterania jika sanksi berlanjut. Konflik ini telah berlangsung enam bulan tanpa serangan militer langsung antara kedua negara, namun tidak ada perundingan damai yang signifikan. Sejak serangan AS dan Israel pada 28 Februari, ribuan orang tewas, sebagian besar di Iran dan Lebanon, dan sebagian besar kemampuan militer konvensional Iran telah lumpuh. Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, juga dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 05.09
AS Ancam Sanksi Terberat Sepanjang Sejarah, Iran Beri Jawaban Menohok
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 18.45
Rial Iran Tembus 2 Juta per Dolar AS, Washington Perketat Tekanan Ekonomi
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 16.58
Di Tengah Kesulitan Ekonomi, Iran Pilih Gandakan Produksi Senjata
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 06.45
Iran Tepis Ancaman Sanksi Baru AS Sebagai Keputusasaan
Berita terkait
Presiden: Posisi Iran Kuat dan Bermartabat di Mata Dunia
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.15
Harga Minyak Terbang Usai Menteri Keuangan AS Ancam Iran
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 08.20
Tantangan Baru Iran untuk AS, Trump "Mimpi" Caplok Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
AS Ingin Iran Runtuh seperti Venezuela, tapi Justru Jadi Kekuatan yang Memukau Dunia
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 09.46