Nezar Patria Nilai Ilmu Filsafat akan Relevan dalam Perkembangan AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan ilmu filsafat akan semakin relevan dalam perkembangan AI. Ia menilai lulusan filsafat akan dibayar tinggi karena AI membutuhkan dimensi etik dalam pengambilan keputusan. Filosofi diperlukan untuk menyeimbangkan kemampuan AI dalam mengolah data dan memprediksi dengan pertimbangan nilai, tujuan, dan dampak etis dari keputusan. Nezar menekankan bahwa meskipun AI mampu menjelaskan pemikiran filsafat, belum dapat melakukan refleksi filosofis secara holistik dan kritis seperti manusia. Perkembangan AI yang luas dalam sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan, pertambangan, pertanian, hingga kehidupan sosial menimbulkan konsekuensi tidak diinginkan, terutama ketika AI mampu melakukan profiling dan membangun hubungan sintetik dengan manusia. Tantangan etika akan semakin kompleks dengan AI berwujud fisik seperti robot humanoid yang dapat berinteraksi langsung.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 15.10
Tak Disangka! Wamenkomdigi Sebut Lulusan Filsafat Bisa Bergaji Tinggi di Era AI
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 09.03
Bahaya AI Saat Mulai Bangun Relasi dengan Manusia: Konsekuensi Tidak Kita Duga
Berita terkait
Perkuat Talenta Digital, BINUS @Malang Luncurkan Program Artificial Intelligence
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 19.12
Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 16.30
Agentic AI Bisa Ambil Keputusan Sendiri, Wamen Komdigi Nezar Ingatkan Kendali Manusia
JawaPos · 11 September 2026 pukul 11.30
Wamen Nezar Patria Dorong Aceh Jadi Pusat Ekosistem Teknologi di Selat Malaka
JawaPos · 8 September 2026 pukul 22.45