NU di Tengah Bayang-Bayang Kekuasaan: Satu Refleksi untuk Muktamar ke-35
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dibuka secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 27 Agustus 2026 di Tambakberas, Jombang, dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Dengan tema 'Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa', pertemuan ini tidak hanya membahas regenerasi, program kerja, dan kepemimpinan, tetapi juga menimbulkan pertanyaan signifikan tentang peran NU di tengah dinamika kekuasaan. Isu konsesi tambang batu bara melalui PP Nomor 25 tahun 2024 sebelumnya telah memicu kontroversi, memperkuat kekhawatiran publik akan keterlibatan NU dalam kebijakan pemerintah.
Di balik prosedur formal Muktamar, terdapat pertarungan lebih dalam untuk menentukan watak organisasi NU. Apakah NU akan bertindak sebagai kekuatan moral yang mampu mengawasi dan mengendalikan kekuasaan, atau justru menjadi lembaga yang terpengaruh dan dikendalikan oleh kekuasaan? Sejarah menunjukkan bahwa kekuasaan cenderung menarik berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan, ke dalam lingkaran pengaruhnya. Semakin dekat organisasi dengan pusat kekuasaan, risiko kehilangan kemandirian dan kritisnya semakin besar.
Marwah NU diuji tidak pada kehadiran simbolis pejabat negara, tetapi pada kemampuan organisasi untuk tetap menyampaikan kebenaran meskipun hal itu tidak disukai penguasa. Kejadian ini menjadi titik tolak bagi menilai apakah NU dapat mempertahankan peran moralnya sebagai penyeimbang dalam tengah arus politik dan kepentingan negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 10.34
Rais Syuriyah PCNU Pasuruan Minta Pimpinan Sidang Muktamar NU Bersikap Netral
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 05.34
Said PDIP Harap Suksesi Kepemimpinan di NU Tak Berwatak Pragmatis & Transaksional
JawaPos · 28 Agustus 2026 pukul 14.45
Muhammadiyah Jombang Turun Tangan di Muktamar NU, Siapkan 10 Rumah Sakit hingga 10.000 Bakso
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 14.33
Cak Imin soal Muktamar NU: Jadi Forum Evaluasi Kegagalan 5 Tahun Terakhir
Berita terkait
Said Abdullah: PDIP Harap Muktamar ke-35 NU Tak Terjebak Pragmatisme Politik
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 07.02
Eks Ketua PCINU Turki Beberkan 3 Kriteria Calon Ketum PBNU
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 19.45
Jelang Muktamar NU, Pakar Politik Nilai Konsolidasi Dukungan Pemilik Suara Hal yang Wajar
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 19.20
Pengamat: NU harus Jaga Jarak dari Kelompok Penguasa
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 14.40