Pengamat: NU harus Jaga Jarak dari Kelompok Penguasa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat politik Ujang Komarudin menegaskan pentingnya Nahdlatul Ulama (NU) menjaga independensinya sebagai organisasi sosial-keagamaan terbesar di Indonesia. Menurutnya, posisi NU yang strategis memengaruhi stabilitas nasional, sehingga keterlibatan terlalu dekat dengan kekuasaan politik berpotensi mengaburkan fungsi moral organisasi. NU disarankan fokus pada pemberdayaan masyarakat di bidang sosial, ekonomi, dan keagamaan, serta menjauh dari arena politik praktis. Ujang mendorong lahirnya konsep 'New NU' agar organisasi dapat lebih konsisten mengambil jarak dari kekuasaan demi menjaga keadilan sosial.
Menjelang Muktamar ke-35 NU yang digelar di Jombang pada akhir Agustus 2026, Ujang berharap para pemilih dapat memilih Rais Aam dengan integritas moral tinggi dan kapasitas keulamaan kuat. Ia menekankan bahwa kemandirian NU tidak berarti anti-pemerintah, melainkan diperlukan agar organisasi tetap objektif memberikan masukan untuk kepentingan publik dan umat. Para ulama juga mendesak agar NU kembali ke khittah sebagai organisasi sosial keagamaan yang independen, dengan pondok pesantren sebagai pusat tradisi keilmuan dan penjaga nilai ahlussunnah wal jamaah.
Sementara itu, Yenny Wahid menekankan pentingnya rekonsiliasi faksi internal setelah Muktamar ke-35 untuk menjaga soliditas organisasi. Gus Lilur menyoroti potensi benturan kepentingan terkait posisi strategis tokoh tertentu di kabinet dan struktur PBNU. NU juga didorong memperluas perannya menjadi kekuatan masyarakat sipil yang berkontribusi dalam membangun perdamaian dunia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 21.43
Pengamat: NU Jangan Sampai Berada Dalam Kendali Kekuasaan
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 15.47
Memperkuat AHWA, Menata Kepemimpinan NU
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 09.44
Wasekjen PBNU: Jangan karena Muktamar, Sesama Warga NU Saling Menjatuhkan
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 08.45
Menjelang Muktamar Ke-35 NU, Kiai Mukti Ali Sebut Ulama yang Terlibat Konflik NU Tak Layak Jadi Anggota AHWA
Berita terkait
Gus Lilur Minta Jangan Bawa-bawa Nama Presiden untuk Intervensi Muktamar NU
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 07.04
Gus Lilur Minta Presiden Prabowo Pastikan Namanya Tak Dipakai untuk Intervensi Muktamar NU
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 13.46
Jelang Muktamar ke-35 NU, Desakan Kepemimpinan Independen dan Berintegritas Menguat
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 17.53
Nahdiyin Ingin Pemimpin PBNU Mendatang Independen dari Kekuasaan dan Responsif Gender
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 16.21