Nuklir China Makin Perkasa, Ini Bukti Barunya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China mengoperasikan unit kedua Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Taipingling di Provinsi Guangdong menggunakan teknologi Hualong One. Ini menandai rampungnya tahap pertama proyek, yang pertama di Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau dengan teknologi ini.
Dua unit pertama PLTN Taipingling diperkirakan menghasilkan lebih dari 18 miliar kilowatt-jam listrik per tahun, cukup untuk memenuhi kebutuhan 2 juta penduduk dan mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 16,63 juta ton per tahun. Teknologi Hualong One dianggap memenuhi standar keselamatan global tertinggi.
Proyek ini mendukung target "karbon ganda" China, yakni mencapai puncak emisi sebelum 2030 dan netral karbon sebelum 2060. China menargetkan kapasitas nuklir mencapai sekitar 110 gigawatt pada 2030, dengan lebih dari 100 reaktor beroperasi pada periode 2026-2030, memperkuat posisinya sebagai kekuatan utama dalam energi nuklir.
Bagikan
Berita terkait
China Tanam Turbin Raksasa di Laut, Sekali Putar Pasok Listrik 9 Hari
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 17.20
Tetangga RI Resmi Gandeng China Kembangkan Teknologi Nuklir
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 17.40
Langgar Aturan Imigrasi, 13 WNA Asal China Diamankan di Proyek Konstruksi
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 21.07
China Hentikan Ekspor BBM, Kementerian ESDM Berburu Sumber Impor Alternatif
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 20.15