Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Orang Tua di Pontianak Minta Sekolah Libur Imbas Asap Pekat Karhutla

Orang tua murid di Kota Pontianak, Kalimantan Barat meminta Dinas Pendidikan setempat untuk kembali menerapkan sekolah libur atau pembelajaran daring akibat kabut asap yang kembali pekat. Rahmawati, seorang orang tua siswa kelas 2 MIN 4 Pontianak, mengungkapkan kekhawatiran terhadap kesehatan anaknya jika tetap harus ke sekolah dalam kondisi udara yang buruk. Menurutnya, kabut asap dapat menyebabkan anak-anak terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan penyakit lainnya.

Kabut asap di Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak, mulai melanda sejak Agustus 2026 akibat kebakaran lahan. Berdasarkan pemantauan BPBD Provinsi Kalimantan Barat dan BMKG pada 20 Agustus 2026, terdeteksi 3.759 titik panas di wilayah tersebut. Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak yakni 1.795 titik, diikuhi oleh Sanggau (466), Landak (268), dan Kubu Raya (254).

Di Kota Pontianak, kualitas udara terpantau sangat buruk dengan Indeks Kualitas Udara (AQI⁺ US) mencapai 491 pada pukul 09.00 WIB, Kamis 21 Agustus 2026, masuk dalam kategori 'Berbahaya'. PM2.5 menjadi polutan utama dengan konsentrasi 321 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Paparan tinggi PM2.5 dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan masalah jantung. Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan saat kualitas udara buruk.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait