Organisasi Meteorologi Dunia: Karhutla dan Gelombang Panas Ancam Kualitas Udara Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan kebakaran hutan dan gelombang panas berisiko menghambat upaya global perbaiki kualitas udara. Kebakaran ekstrem meningkat tiga kali lipat sejak 1990-an, berkontribusi 100.000 kematian tambahan tahunan 2010-2018. Model risiko konvensional memperkecil angka kematian hingga 93 persen karena tidak memperhitungkan tingkat toksisitas PM2.5. Gelombang panas memperparah polusi ozon di permukaan tanah, berpotensi menyebabkan puluhan ribu kematian dini tambahan. WMO mendorong peningkatan pemantauan polutan seperti karbon hitam dan mikroplastik atmosfer.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 14.30
PBB Buka Suara soal Karhutla dan Cuaca Panas, Blak-blakan Bilang Begini
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 13.54
Imbas Karhutla Mereda, Malaysia Cabut Status Darurat Kabut Asap
Berita terkait
Singapura Sudah Darurat, Pemerintah Minta Warga Siaga Penuh
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 10.30
FOTO: Wajah Tak Sehat Udara Palembang Terbekap Kabut Asap Karhutla
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 16.22
Merasakan Langsung Menembus Asap dan Menelusuri Bekas Titik Api Palangka Raya
Liputan6.com · 4 September 2026 pukul 13.56
Malaysia Gelar Penyemaian Awan Atasi Kabut Asap Karhutla Indonesia di Sarawak
kumparan · 4 September 2026 pukul 09.17