Pangan Olahan di Tengah Banjir Informasi, Membedakan Risiko dan Sensasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Diskusi mengenai pangan olahan dan makanan ultra-proses (UPF) di media sosial sering kali menyederhanakan masalah dan menimbulkan persepsi bahwa semua produk industri berbahaya. Pakar menekankan bahwa keamanan pangan tidak bisa dinilai hanya dari nama bahan atau daftar komposisi, melainkan harus mempertimbangkan jumlah pemakaian, tingkat paparan, dan konteks penelitian ilmiah.
Ketua PATPI, Prof. Giyatmi, menegaskan bahwa kebijakan pangan harus berlandaskan bukti ilmiah, bukan tren global. Teknologi pangan seperti pasteurisasi dan sterilisasi justru menjadi solusi untuk menjaga mutu dan memperpanjang masa simpan. Masyarakat diimbau untuk membedakan potensi bahaya bahan dengan risiko aktual serta tetap menerapkan pola makan beragam dan seimbang, termasuk dalam mengonsumsi sosis yang sebaiknya tidak berlebihan.
Bagikan
Berita terkait
Badan POM: Penerapan Nutri-Level akan Tekan Penyakit tidak Menular dan Beban JKN
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 21.36
BPOM: Nutri-Level Bukan Larangan Edar Produk Pangan
kumparan · 9 September 2026 pukul 17.48
12 Bahaya Sering Makan Mie Instan untuk Tubuh
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 23.30
15 Dampak Makan Tengah Malam
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 23.00