Pangeran MBS Uring-uringan, Singgung Houthi hingga "NATO Islam"
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dalam pidato pada Rabu (30/9/2026) menegaskan Riyadh tidak akan berkompromi soal keamanan negara di tengah peningkatan serangan Houthi dari Yaman. MBS menyebut kelompok tersebut telah memilih 'kekacauan dan kehancuran' yang mengancam rakyat Yaman serta kawasan sekitarnya. Arab Saudi tidak akan tinggal diam jika keamanan nasional kembali menjadi sasaran, siap merespons dengan tegas setiap ancaman. MBS menyebut perjanjian pertahanan trilateral Makkah antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan yang dibentuk pada Agustus 2026 sebagai 'NATO Islam' untuk memperkuat stabilitas kawasan. Meski mempertegas sikap keras, Riyadh tetap membuka ruang untuk penyelesaian melalui diplomasi. Houthi telah meningkatkan serangan terhadap kapal di Laut Merah dan menyatakan telah menyerang target sensitif di Riyadh serta Saudi Aramco di Yanbu. Arab Saudi baru-baru ini berhasil mencegat enam rudal balistik dari Houthi. Koordinasi pertahanan antara Riyadh dan mitra seperti Pakistan semakin erat.
Bagikan
Berita terkait
Putra Mahkota Arab Saudi MBS Tiba-Tiba Telepon Erdogan, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 15.40
Kisah Nabi Musa Belah Laut Merah Terungkap Lewat Kajian Sains
CNBC Indonesia · 27 September 2026 pukul 09.15
"NATO Islam" Siaga, Arab Saudi Cs Siapkan Amunisi Hadapi Houthi Yaman
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 13.45
Trump Tak Bantu Saudi, Houthi Janji Tak Akan Serang Kapal AS
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 12.15