Pasien BPJS Dihujat dan Meninggal, Rumah Sakit Harus Diaudit!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasien BPJS Kesehatan Yurizal Tri Chaerawan di-bully oleh sejumlah tenaga kesehatan di media sosial setelah mengeluhkan pelayanan rumah sakit. Yurizal mengunggah utas di Threads bahwa ia menunggu delapan jam untuk mendapatkan kamar rawat inap namun tak kunjung mendapatkannya. Kasus ini kemudian menyedot perhatian luas setelah Yurizal meninggal dunia.
Ketua Umum PB IDI Slamet Budiarto menyoroti dua masalah pokok. Pertama, pernyataan tenaga kesehatan di medsos dianggap melanggar kode etik dan sumpah dokter karena tidak menunjukkan empati. Kedua, pasien terlantar selama delapan jam hingga meninggal. Slamet menekankan bahwa dokter wajib berempati, menghormati pasien sejak pembuahan hingga meninggal, serta menjaga rahasia kedokteran. IDI akan menindaklanjuti pernyataan nakes tersebut. Slamet menduga adanya kemungkinan diskriminasi terhadap pasien BPJS dan mendesak Kementerian Kesehatan mengaudit rumah sakit tempat kejadian.
Bagikan
Berita terkait
Dinkes DKI Pastikan 5 Nakes yang Cibir Pasien BPJS Bukan Pegawai Faskes Pemprov, Ada 1 Bekerja di Jakarta
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 13.47
Anggota DPR Sentil Nakes yang Hina Pasien BPJS: Tak Boleh Diskriminasi
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 10.48
Ramai-Ramai Kecam Dokter dan Nakes Cibir Pasien BPJS di Medsos
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 06.48
Menkes Minta Masyarakat Tak Khawatir, Iuran BPJS Kesehatan Tidak Naik pada 2027
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 04.00