Ramai-Ramai Kecam Dokter dan Nakes Cibir Pasien BPJS di Medsos
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Seorang pasien yang mendaftar melalui BPJS Kesehatan mengeluh di media sosial tentang penundaan perawatan selama 8 jam tanpa mendapatkan ruangan. Komentar-komentar nirempati dari tenaga kesehatan dan dokter terhadap unggahan tersebut memicu kecaman luas dari berbagai pihak.
Dokter yang diidentifikasi, Elda Putri Rahardini dari RSUP Dr Sardjito dan FK-KMK UGM, telah meminta maaf atas komentarnya. Pasien tersebut kemudian dilaporkan meninggal dunia. Kasus ini mendapat perhatian dari Komisi IX DPR, Kementerian Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia, dan institusi pendidikan terkait.
Kemenkes mendesak sanksi bagi tenaga kesehatan yang tidak berempati, sementara IDI mengancam sanksi etik melalui Majelis Kehormatan Etik Kedokteran. FK-KMK UGM sedang melakukan investigasi menyeluruh. Masyarakat diimbau melaporkan dugaan pelanggaran etik ke Konsil Kesehatan Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 18.03
Viral Nakes Nirempati ke Pasien BPJS, Pramono Langsung Minta Dinkes Bertindak
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 21.21
RS Pusri Ambil Sikap Tegas, Dokter Mitra Dihentikan Setelah Komentar Soal Pasien BPJS Viral
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 15.53
Nakes Hina Pengguna BPJS, Komisi IX: Pasien Butuh Pertolongan, Bukan Perundungan
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 15.35
Nasib Dokter PPDS UGM yang Berkomentar Nirempati Terhadap Pasien BPJS
Berita terkait
Daftar Nakes Minta Maaf Usai Cibir Pasien BPJS di Medsos
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 10.39
10 Nakes yang Cibir Pasien BPJS Masuk Radar KKI: Dokter Gigi-Perawat
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 07.29
RSA UGM Panggil Perawat yang Diduga Ikut Cibir Pasien BPJS
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 14.29
Ada Rencana Skema Baru, Menkes Buka Suara soal Tarif BPJS Kesehatan
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 12.20