Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

PBB Ingatkan Risiko Super El Nino, Negara-negara Termasuk RI Bersiap

Sekretaris Jenderam PBB António Guterres memperingatkan bahwa fenomena El Niño sedang membesar dan berpotensi menjadi terkuat dalam 70 tahun terakhir, dengan prediksi berlangsung hingga Februari 2027. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) melaporkan suhu permukaan laut di Pasifik tropis telah naik lebih dari 2°C di atas rata-rata, bahkan mencapai 4°C di beberapa wilayah, sementara suhu di bawah permukaan laut naik hingga 8°C. Fenomena ini menyebabkan pola cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia, termasuk kekeringan, banjir, dan badai topan. Di Indonesia, kebakaran hutan telah membakar lebih dari 107.000 hektar lahan di Kalimantan, Sumatra, dan Papua akibat musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang. Pemerintah Indonesia sedang menggunakan pesawat penyemaian awan untuk memadamkan kebakaran dan menangkap pelaku pembakaran lahan. China juga mengalami tujuh topan yang diproyeksikan akan mencapai daratan, dengan tiga topan—Bavi, Noul, dan Maysak—telah menyebabkan puluah kematian pada Juli 2024. Di Afrika bagian selatan, negara seperti Botswana mengalami kekeringan parah, sementara Brasil bagian selatan dan Amerika Serikat bagian selatan menghadapi banjir akibat curah hujan yang meningkat. WMO memperkirakan perubahan signifikan dalam pola curah hujan akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan, dengan risiko kekeringan dan kebakaran hutan meningkat di Asia Tenggara, Amerika Tengah, dan bagian utara Amerika Selatan. Kapal-kapal yang melintasi Terusan Panama juga akan mengurangi jumlahnya sebesar lebih dari 10% sebagai antisipasi terhadap curah hujan yang lebih rendah. Amerika Serikat telah mengirim kapal USNS Comfort ke pesisah Peru untuk membantu penanganan krisis medis yang disebabkan oleh El Niño. Para ahli menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan sistem peringatan dini untuk mengurangi dampak negatif fenomena ini, terutama bagi kelompok rentan dan wilayah yang strukturnya rapuh.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait