Pembiayaan Motor Listrik masih Berisiko, Ini 3 Tantangan Utamanya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pembiayaan motor listrik di Indonesia masih menghadapi tiga risiko utama: risiko produk dan teknologi (perbedaan kualitas kendaraan, ketahanan baterai, layanan purna jual), risiko nilai jual kembali (pasar bekas belum matang, belum ada metode penilaian kesehatan baterai), dan ketidakpastian permintaan serta kebijakan. Pembiayaan motor listrik oleh industri multifinance tumbuh 34,7% tahunan menjadi Rp24,60 triliun per Juni 2026, namun masih terkonsentrasi pada beberapa perusahaan dan keterlibatan bank komersial terbatas. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan kerangka penurunan risiko meliputi peningkatan modal dan kredit, model bisnis inovatif, perlindungan nilai aset, serta penguatan infrastruktur pasar agar pembiayaan menjadi lebih mudah dinilai oleh lembaga keuangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 16.30
Insentif Motor Listrik "Cuma" Rp3 Juta, Pengusaha Sorot APBN-Desak Ini
Berita terkait
Insentif Motor Listrik Turun Jadi Rp3 Juta, Kemenperin Tunggu Kepastian Kuota
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 18.30
Danantara Gandeng Gojek dan Grab untuk Dorong Ekosistem Motor Listrik
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 15.00
Danantara Libatkan Gojek dan Grab di Proyek Motor Listrik Nasional
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 08.00
Bukan Rp 5 Juta, Insentif Motor Listrik Turun Jadi Rp 3 juta
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 05.55