Pemerintah Batasi Insentif Hanya untuk Kendaraan Listrik Nasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia akan membatasi pemberian insentif bagi kendaraan listrik hanya untuk kategori mobil dan motor listrik nasional. Kebijakan ini disiapkan sebagai upaya untuk mendorong penguatan industri otomotif dalam negeri. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan hal ini usai membuka pameran otomotif GIIAS 2026 pada hari Kamis, 31 Juli 2026.
Agus menjelaskan bahwa insentif yang akan diberikan basisnya adalah kendaraan yang dikategorikan sebagai produk nasional, baik mobil maupun motor. Pemerintah juga menyiapkan program khusus untuk motor listrik nasional, tetapi rincian kebijakan masih perlu ditunggu pengumuman resminya. Dia meminta publik untuk bersabar mengikuti perkembangan agar ada kesepahaman yang sama mengenai kebijakan insentif.
Keputusan ini sejalan dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang telah menyampaikan rencana kebijakan sebelumnya. Dengan membatasi insentif hanya untuk produk nasional, pemerintah berharap dapat memacu inovasi dan produksi kendaraan listrik oleh perusahaan dalam negeri. Langkah ini dianggap penting untuk memastikan industri otomotif nasional tetap kompetitif dalam transformasi energi bersih.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 16.23
Mobil Merek Nasional Bakal Jadi Prioritas Penerima Insentif EV
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 16.50
Jualan HP Makin Susah, Xiaomi Tiba-Tiba Luncurkan Mobil Bak Rumah
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 16.00
Purbaya Siapkan Anggaran Buat Motor Listrik Nasional
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 06.30
Top 3: Pemerintah Prioritaskan Insentif Mobil Listrik untuk Merek Nasional
Berita terkait
Tak Sekadar Penjualan, TKDN Bakal Jadi Dasar Insentif Mobil Listrik
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 13.01
Penetrasi Motor Listrik Nasional Masih di Bawah 1 Persen
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 21.01
Insentif Motor Listrik Sudah Diketok, Realisasi Masih Tunggu PMK
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 19.22
Kepemilikan Kendaraan RI Cuma 99 per 1.000 Orang, Kalah Jauh dari Malaysia dan Thailand
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 17.37