Tak Sekadar Penjualan, TKDN Bakal Jadi Dasar Insentif Mobil Listrik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah sedang mengkaji skema insentif baru untuk kendaraan listrik yang mempertimbangkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa semakin tinggi TKDN suatu kendaraan, semakin besar dukungan yang akan diberikan pemerintah. Kebijikan ini bertujuan aggija investasi kendaraan listrik tidak hanya meningkatkan jumlah perakitan, tetapi juga memperkuat industri komponen lokal dan rantai pasok domestik. Dalam kesempatan peresmian fasilitas produksi BYD di Subang, Jawa Barat, Agus menjelaskan bahwa Kementerian Perindustrian akan menyusun desain kebijakan dan berkoordinasi dengan kementerian terkait. Rencana ini sejalan dengan peta jalan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), yang menetapkan target kenaikan TKDN secara bertahap: 40% pada 2026, 60% pada 2027-2029, dan 80% pada 2030.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 3 September 2026 pukul 17.08
Pemerintah Kaji Insentif Kendaraan Listrik Berbasis TKDN untuk Perkuat Industri Lokal
ANTARA News · 3 September 2026 pukul 12.41
Pemerintah kaji insentif kendaraan listrik berbasis TKDN
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 11.37
Kata-Kata Menperin Saat Meresmikan Pabrik BYD Rp11,7 T di Subang
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 06.17
Volkswagen Terpaksa Mengambil Keputusan Paling Pahit
Berita terkait
Tak Sekadar Rakit Mobil, BYD Ditantang Bangun Rantai Pasok Lokal
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 09.34
Penjualan EV Makin Besar, Kemenperin Tak Ingin Indonesia Cuma Jadi Pasar
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 10.27
Insentif Kendaraan Listrik Segera Meluncur, Airlangga: Anggarannya Sudah Ada
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 18.30
Kejar TKDN 60% di 2027, BYD Andalkan Pabrik Subang dan Pemasok Lokal
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 17.15