Pemerintah Jaga Stabilitas BBM, Pakar Dorong Efisiensi Subsidi Energi Tahun Depan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
Dr. Robert R. Winerungan, ekonom Unima, menilai keputusan Menteri ESDS Bahlil Lahadalia menahan harga Pertalite Rp10.000/liter tepat untuk mencegah inflasi dan melindungi daya beli masyarakat. Penyimpanan subsidi diperlukan karena harga minyak dunia mencapai USD107/barrel, menyebabkan beban APBN meningkat. Robert menekankan intervensi harga diperlukan karena Pertalite dikonsumsi luas, sehingga kenaikan harga berpotensi memengaruhi ongkos transportasi dan harga barang kebutuhan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 15 September 2026 pukul 18.15
Harga Pertalite Stagnan saat Minyak Dunia Melonjak, Ekonom: Inflasi Tak Terkendali Jika Harga Naik
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 14.16
Pulihkan Pasokan BBM, IESR Rekomendasikan 4 Langkah Ini
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 08.10
Daftar Resmi Harga BBM di Seluruh SPBU RI, Berlaku 16 September 2026
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 18.17
Kadin: Kelangkaan BBM Bikin Biaya Operasional Membengkak
Berita terkait
Subsidi Energi Naik 20,1% di RAPBN 2027, Ikuti Asumsi Nilai Tukar dan Harga ICP
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 15.48
Ekonom: Pembatasan Pertalite Berpotensi Bebani Rumah Tangga
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 11.43
Harga Minyak Masih Bergejolak, Bagaimana Pasokan Pertalite dan Biodiesel?
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 20.19
Pemerintah Tahan Harga Pertalite di Tengah Gejolak Minyak Dunia, Ekonom Ungkap Dampaknya ke Inflasi
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 12.49