Pemerintah Tahan Harga Pertalite di Tengah Gejolak Minyak Dunia, Ekonom Ungkap Dampaknya ke Inflasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah menerapkan kebijakan menahan harga Pertalite di Rp10.000 per liter meski harga minyak dunia mencapai USD107 per barel. Akademisi seperti Dr. Robert R. Winerungan (Unima) dan Bonti Wiradinata (Unpad) mendukung keputusan ini sebagai langkah penting menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi sosial. Robert menjelaskan kenaikan harga BBM berdampak berantai pada ongkos transportasi dan harga barang kebutuhan, sehingga pemerintah tidak dapat membiarkan harga mengikuti mekanisme pasar. Penahanan harga ini menyebabkan subsidi energi membesar, namun membantu menekan inflasi. Beberapa konsumen beralih dari Pertamax Turbo ke Pertalite, memperburuk tekanan pada kelas menengah dan bawah. Pengamat Faisal menilai kebijakan efektif menanggulangi ketidakpastian global, sementara PT Pertamina memastikan pasokan cukup hingga akhir 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 14 September 2026 pukul 21.40
Bahlil Sentil Orang Kaya yang Antre BBM Subsidi: Pakai Perasaanlah
Liputan6.com · 14 September 2026 pukul 18.05
Jelang Rapat The Fed, Trump: AS Harus Punya Suku Bunga Terendah di Dunia
Detik.com · 14 September 2026 pukul 16.58
Soal BBM Subsidi, Bahlil: Berapapun Harganya di Dunia Tidak Akan Kita Naikkan!
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 12.37
IHSG Terjun Bebas 1,70% di Sesi Siang Sentuh Level 6.429, Transaksi Rp7,9 Triliun
Berita terkait
Perang Berlarut, Ekonomi Iran dan AS Sama-sama Babak Belur
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 07.56
Jalur Pipa Saudi Ditutup, Harga Minyak Dunia Tembus US$107
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 06.45
Ekonomi Dunia Ditarik Dua Kekuatan Berlawanan, IMF Ungkap Pemicunya
Liputan6.com · 13 September 2026 pukul 12.00
Prabowo Ajak Negara BRICS Kerja Sama Pasok Kebutuhan Energi
Detik.com · 13 September 2026 pukul 08.45