Pemerintah Minta Beras Fortifikasi Abal-abal Ditarik-Warga Jangan Beli
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah menemukan 25 merek beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar dan memalsukan label. Menteri Pertanian Amran Sulaiman memerintahkan penarikan produk, pencabutan izin, dan penyelidikan hukum terhadap pelaku. Berdasarkan pemeriksaan empat laboratorium kredibel, beras tersebut diduga beralih dari beras premium ke fortifikasi tetapi tidak sesuai kandungan yang tercantum di label. Beberapa produk dijual dengan harga jauh di atas harga wajar, seperti beras dengan inisial WFO yang dijual Rp57.600 per kg padahal harga wajarnya hanya Rp13.500 per kg. Rata-rata harga jual mencapai Rp23.385 per kg dengan selisih dugaan penipuan Rp9.695 per kg dibandingkan harga wajar Rp13.689 per kg. Pemerintah memperkirakan kerugian konsumen mencapai Rp89 triliun akibat praktik ini. Fortifikasi seharusnya ditujukan untuk kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan masyarakat miskin, bukan untuk penipuan komersial.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 15 September 2026 pukul 15.16
Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi Curang, Harga Rp 13.000 Dijual Rp 57.000 per Kilogram
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 13.06
25 Merek Beras Fortifikasi Curang, Kerugian Capai Rp89 Triliun
Berita terkait
Amran Geram, Beras Fortifikasi Abal-abal Rugikan Masyarakat Rp 89 T
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 12.54
25 Merek Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar, Ini Namanya
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 11.12
Amran Bongkar 25 Merek Terlibat Praktik Pelanggaran Beras Fortifikasi
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 11.01
Amran Beber Biang Kerok Beras Jadi Penyumbang Inflasi
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 12.38