Pemerintah Siapkan 'Grand Design' Baru Otonomi Daerah, Rampung 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia menyusun 'Desain Besar Penataan Daerah' (Desartada) sebagai grand design baru untuk otonomi daerah, yang ditargetkan rampai akhir 2026. Inisiatif ini diketuai Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dan akan menjadi landasan evaluasi serta acuan penataan wilayah termasuk isu pemekaran wilayah. Desartada bertujuan menjaga agar pelaksanaan desentralisasi tetap selaras dengan tujuan pembangunan nasional, sekaligus menjawab pertanyaan mengenai arah desentralisasi yang saat ini dipertanyakan.
Sebagai bagian dari penyusunan Desartada, pemerintah juga akan mengevaluasi skema penyaluran Transfer Keuangan Daerah (TKD), khususnya Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Bima menyampaikan bahwa sejumlah kepala daerah merasa formula pembagian TKD saat ini belum sepenuhnya adil dan belum mampu mengoptimalkan potensi masing-masing daerah. Evaluasi ini dilakukan untuk mencari format pembagian yang lebih adil dan efisien.
Penyusunan Desartada dikerjakan berdasarkan tugas dari Komisi II DPR, dengan harapan desain otonomi daerah yang baru dapat memberikan kerangka kebijakan jangka panjang yang jelas bagi pelaksanaan pemerintahan daerah di seluruh Indonesia.
Bagikan
Berita terkait
30 Tahun Otonomi, 86% Daerah RI Belum Mandiri Fiskal
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 09.00
MPR Kaji Penguatan Otonomi Daerah dan Desentralisasi Melalui FGD
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 09.53
Otonomi Daerah Asismetris Sebagai Instrumen Keadilan Dalam Penyelengaraan Pemerintahan Daerah
JPNN.com · 8 Agustus 2026 pukul 11.46
Bima Arya Ungkap Fakta Banyak Daerah Bergantung Transfer Dana Pusat
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 20.15