Iran Dijerat Rentetan Sanksi Baru AS, Mojtaba Khamenei Cetuskan Hal Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, merilis pernyataan pada 29 Agustus 2026, menanggapi sanksi baru AS yang ditujukan untuk melemahkan perekonomian Iran. Dalam sambutan memperingati Pekan Pemerintah Iran, ia menekankan pentingnya meningkatkan produksi dalam negeri sebagai kunci mengatasi krisis ekonomi, termasuk inflasi, pengangguran, dan ketidakpastian harga. Ia juga mendesur pemerintah mengurangi ketergantungan pada dolar AS secara bertahap dan mengarahkan kebijakan ekonomi pada sektor strategis serta inovasi teknologi untuk pertumbuhan berkelanjutan.
Nilai tukar Rial Iran mencapai rekor terendah, melebihi 2.000.000 Rial per dolar AS, seiring sanksi tambahan AS. Mojtaba memuji pemerintah Presiden Masoud Pezeshkian atas pengelolaan pasokan dasar dan infrastruktur meski menghadapi blokade dan tekanan eksternal. Ia juga menegaskan pentingnya persatuan nasional dan melarang aksi yang bisa memecah belah solidaritas sosial.
Kebijakan yang digulikannya mencakup dukungan terhadap produksi lokal, pengelolaan impor yang efisien, serta pemanfaatan teknologi muda dalam sektor pertanian, industri, dan pendidikan. Tujuannya adalah memperkuat ketahanan ekonomi Iran di tengah sanksi internasional yang semakin ketat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 16.31
Iran Susun Tuntutan untuk Buka Selat Hormuz, Ada Syarat AS Harus Akhiri Perang
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 07.43
Iran Ditekan Sanksi AS, Pezeshkian Serukan Negara Muslim Perkuat Kerja Sama Ekonomi
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 07.05
Ngeri! Balas Sanksi AS, Iran Ancam Kiamat Minyak dan Bom Nuklir
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 19.29
Pakistan Tegaskan Tidak Terikat Sanksi AS terhadap Iran
Berita terkait
Lima Sektor Ini Jadi Target Sanksi Ekonomi AS ke Iran
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 11.09
Iran: Sanksi Baru AS adalah Terorisme Ekonomi, Kejahatan terhadap Kemanusiaan
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 18.26
Trump Plinplan: Dulu Bilang 90% Mojtaba Khamenei Tewas, Sekarang Yakin Masih Hidup
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 10.33
Iran Puji China karena Berani Melawan Ancaman Sanksi AS
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 07.42