Iran Bantah Rencana Bunuh Putra Bungsu Trump: Tipu Muslihat Netanyahu!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran membantah laporan yang menyebut Teheran berencana menyerang Barron Trump, putra bungsu Presiden AS Donald Trump. Sekretaris Dewan Keamasan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyebut laporan tersebut sebagai 'propaganda rekaan' dan 'tipu muslihat Netanyahu' yang dirancang untuk menakut-nakuti Presiden AS. Rezaei menegaskan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk mengincar anggota keluarga Trump.
Bantahan ini muncul setelah televisi pemerintah Iran menayangkan video buatan AI yang memuat informasi mengenai tempat tinggal dan pergerakan Barron Trump di New York. Video yang ditayangkan oleh Iran Channel 3 ditafsirkan luas sebagai ancaman pembunuhan terhadap putra bungsu Trump tersebut.
Ketegangan antara Iran dan AS tetap tinggi sejak konflik eskalasi pada akhir Februi 2026. Kedua negara pernah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Juni 2026 melalui mediasi Pakistan dan Qatar untuk mengakhiri permusuahan. Namun, penerapan MoU mengalami kendala karena Teheran menuduh Washington gagal memenuhi komitmennya. Pertempuran pun kembali berkobar pada Juli 2026 setelah kedua belah pihak saling melancarkan serangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 15.25
Meski Diisolasi dari Dunia Luar, 4 Pemicu Iran Tidak Akan Kalah
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 16.45
Iran Bakal Targetkan Kepentingan Ekonomi AS jika Blokade Maritim Terus Berlanjut
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 12.15
Iran Syaratkan Perang di Kawasan Berakhir untuk Buka Hormuz, Trump Disebut Tak Berminat Kembali ke Kesepakatan Juni
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 16.01
Pemimpin Iran Dorong Produksi Domestik, Kurangi Ketergantungan Dolar
Berita terkait
Iran Tegaskan AS Wajib Membayar Ganti Rugi Penuh Dampak Sanksi Sepihak
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 08.00
Trump: Negosiasi Iran Terhambat karena Banyak Pemimpinnya Tewas
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 11.44
Donald Trump Umumkan “D-Day Ekonomi” Terhadap Iran: Sanksi Paling Menghancurkan dalam Sejarah
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 14.00
Ancaman Serangan Mengintai Kapal, Lalu Lintas di Selat Hormuz Hanya Belasan Persen
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 13.01