Pemkab Tangerang Pindahkan Sementara GKPI Rajeg ke Pasar Kemis Usai Keributan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Kabupaten Tangerang memindahkan sementara kegiatan ibadah Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kecamatan Rajeg ke kawasan Kota Sutera, Pasar Kemis, sebagai tindak lanjut mediasi usai keributan yang viral. Camat Rajeg Oman Pariaman menegaskan tidak ada penyegelan terhadap rumah ibadah, namun relokasi dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kerukunan antarumat beragama. Pemkab juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.
Mediasi yang digelar oleh Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan Kapolresta Tangerang Kombes Andi M Indra Waspada pada 20 September 2026 berhasil menyelesaikan konflik secara damai. Dalam pertemuan tersebut, pihak massa yang menggeruduk dan jemaat GKPI sepakat menyelesaikan persoalaan secara kekeluargaan. Aji Cahyono, pria yang membawa golok dan meminta ibadah dihentikan, meminta maaf dan menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya. Kedua belah pihak juga menandatangani surat pernyataan kesepakatan.
Koordinator Wilayah GKPI Jawa Bali, Pendeta Henri Marpaung, mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah dan menegaskan komitmen GKPI menjaga keharmonisan. Ia menyatakan pihak gereja tidak akan mengajukan langkah hukum terkait insiden tersebut, melainkan mengedepankan ajaran kasih. Pemerintah daerah akan memfasilitasi pencarian tempat sementara untuk beribadah sambil menunggu proses perizinan.
Bagikan
Berita terkait
Anggota DPRD Minta Izin Rumah Ibadah Dipermudah Usai Keributan di GKPI Tangerang
Detik.com · 22 September 2026 pukul 18.21
Perizinan GKPI Tangerang Diurus, Jemaat Sementara Ibadah di Tempat Lain
Detik.com · 22 September 2026 pukul 13.37
Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Tangerang Berakhir Damai, Amnesty Dorong Pelaku Tetap Diproses Hukum
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 08.36
Wamendagri Nilai Kepemimpinan Kepala Daerah Kunci Jaga Kerukunan Beragama
Detik.com · 21 September 2026 pukul 21.56