Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemprov Jabar Perkuat Langkah Pencegahan Karhutla Saat Musim Kemarau

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau. Upaya ini mencakup patroli rutin di wilayah rawan, pemantauan tutupan hutan, edukasi masyarakat, dan koordinasi lintas sektor. Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana, menekankan pentingnya pencegahan seiring kondisi cuaca yang semakin kering. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan pembakaran, menghindari pembakaran sampah di dekat hutan, memastikan api unggun padam, dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Jika menemukan titik api, warga diminta segera melaporkan ke instansi terdekat.

BPBD Provinsi Jawa Barat juga turun tangan dalam pencegahan karhutla. Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Teten Ali, menyatakan bahwa langkah-langkah yang dilakukan meliputi peningkatan pemantauan wilayah rawan, penyebaran informasi peringatan dini, serta penguatan koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat. Personel dan peralatan penanganan kebakaran juga diperkuat agar dapat melakukan respons cepat jika terjadi kejadian.

Berdasarkan data BPBD Jabar per 10 Agustus 2026, tercatat 90 kejadian karhutla tersebar di 72 kecamatan di Jawa Barat. Kabupaten Sumedang menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 16 kejadian, diikuti Kabupaten Majalengka dengan 11 kejadian, dan Kabupaten Bandung dengan 8 kejadian. Pencegahan karhutla penting karena kebakaran tidak hanya merusak vegetasi, tetapi juga mengancam habitat satwa, merusak kualitas tanah, mempercepat emisi gas rumah kaca, dan menurunkan kualitas udara yang berdampak pada kesehatan warga, terutama anak-anak dan lansia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait