Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Karhutla Jabar Capai 228,07 Hektare, Pemprov Imbau Warga Tak Bakar Lahan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kepala BPBD Jabar, Teten Ali menyatakan bahwa pembersihan lahan dapat dilakukan secara manual menggunakan peralatan seperti parang, sabit, dan cangkul, terutama pada lahan yang tidak terlalu luas. Untuk lahan yang lebih luas, disarankan penggunaan peralatan mekanis, diikuti dengan pencacahan vegetasi untuk selanjutnya dijadikan kompos menggunakan biodekomposer atau dimanfaatkan sebagai mulsa tanah. Selain itu, vegetasi yang ditebang juga dapat digunakan kembali untuk pembuatan barang kebutuhan sehari-hari.

Penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jabar didominasi oleh aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan dengan cara membakar, pembuangan puntung rokok sembarangan, dan aktivitas di sekitar kawasan hutan serta lahan kering. Selain itu, kondisi cuaca yang panas dan minim curah hujan memperparah situasi, sehingga vegetasi lebih mudah terbakar dan api cepat menyebar.

Hingga 31 Agustus 2026, total lahan terbakar di Jabar mencapai 228,07 hektare, tersebar di 178 desa dan kelurahan. Kabupaten Sukabumi mencatatkan luas terbakar tertinggi dengan 49,20 hektare, diikuti oleh Kabupaten Majalengka (26,16 hektare) dan Kabupaten Bandung (24,80 hektare).

Diberitakan juga oleh


Berita terkait