Pencarian Besar-besaran Korban Banjir Bandang Perbatasan Nepal-Tiongkok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bencana banjir bandang di perbatasan Nepal-Tiongkok masih menyebabkan kerusakan yang terus bertambah. Hingga Selasa (2/9), pemerintah Nepal melaporkan 1.050 orang tewas dan lebih dari 3.900 orang hilang, termasuk lima warga negara Jepang. Di sisi Tiongkok, 16 orang tewas dan lebih dari 540 orang hilang. Pemerintah Nepal mengerahkan sekitar 20.000 personel militer dan kepolisian untuk operasi pencarian, namun hambatan seperti pemadaman listrik, putusnya komunikasi, dan cuaca buruk menghambat proses evakuasi. Di distrik Rasuwa dan Nuwakot, lebih dari 630 pekerja PLTA masih terjebak di bangunan atau terowongan bawah tanah. Di Kathmandu, lebih dari 100 jenazah korban telah dibawa ke kamar mayat rumah sakit, yang hanya bisa menampung sekitar 150 jenazah sebelum harus dialihkan. Proses identifikasi jenazah sulit karena kondisi tubuh yang rusak parah, hingga kini hanya sekitar 10 persen korban yang berhasil diidentifikasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 1 September 2026 pukul 16.51
Kesaksian Warga Nepal Usai Banjir Bandang yang Tewaskan 1.000 Orang
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 22.28
Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tibet Jadi 939 Orang, 3.925 Masih Hilang
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 19.00
Update Terkini Banjir Bandang Nepal: Korban Jiwa Tembus 1.000 Orang
Detik.com · 1 September 2026 pukul 10.45
Petaka Ambisi PLTA Himalaya: Ratusan Pekerja Terjebak di Bawah Tanah
Berita terkait
Korban Tewas Banjir Bandang Himalaya Tembus 1.000 Orang, 4.462 Masih Hilang
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 16.55
Korban Bencana Nepal-Tiongkok Tembus 1.000 Jiwa, Pencarian Terus Berlanjut
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 15.35
Banjir Bandang Nepal: 590 Warga Asing dari 39 Negara Dilaporkan Hilang
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 20.25
Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tibet Capai 781 Orang, 2.502 Masih Hilang
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 01.04