Penderita Parkinson Disarankan Tidak Putus Obat, Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasien penyakit Parkinson disarankan untuk tetap disiplin mengonsumsi obat sesuai jadwal yang ditetapkan dokter. Menurut apoteker klinis RS PON, apt. Nurul Ulya, penghentian obat secara sembarangan dapat menyebabkan gejala motorik memburuk, termasuk kaku otot dan gangguan persendian. Kepatuhan terhadap jadwal minum obat penting untuk menjaga kadar obat tetap stabil di dalam tubuh.
Khusus untuk obat jenis levodopa, dikonsumsi lebih baik saat perut kosong, yaitu satu jam sebelum makan atau dua jam setelah makan, karena protein dalam makanan dapat menghambat penyerapan obat. Jika pasien lupa minum obat, segera diminum saat teringat, namun jadwal berikutnya disesuaikan ulang. Pasien yang menggunakan selang makan (NGT) disarankan berkonsultasi dengan dokter terkait jenis obat yang dapat dihaluskan.
Studi terbaru juga menunjukkan bahwa konsumsi lebih dari 11 porsi makanan ultra-olahan per hari meningkatkan risiko gejala awal Parkinson hingga 2,5 kali lipat. Selain itu, penyakit ini tidak hanya menyerang lansia, tetapi juga usia muda akibat faktor genetik, lingkungan, serta gaya hidup seperti begadap, alkohol, dan narkoba yang dapat menurunkan fungsi otak dan hormon dopamin.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 22.10
Irama Senam Zapin untuk Gaya Hidup yang Lebih Aktif
Berita terkait
Waspada Gejala Parkinson di Usia Muda akibat Gaya Hidup Buruk
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 21.21
Penyakit Parkinson Bisa Menyerang Usia Muda, Ini Penjelasan Dokter
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 20.52
Hipertensi di Usia Muda Makin Marak, Tekanan Pekerjaan di Kantor Jadi Salah Satu Pemicunya
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 16.00
Momen Kemerdekaan RI, dr Gia Ingatkan Bahaya Hipertensi yang Mengintai Anak Muda
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 20.12