Penerimaan Migas Seret, Defisit Anggaran Rusia Bengkak 32,3% Tembus Rp1.411 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Defisit anggaran federal Rusia meningkat 32,3% secara tahunan menjadi USD79 miliar atau setara Rp1.411 triliun pada Januari-Juli 2026. Peningkatan ini dipengaruhi oleh penurunan penerimaan minyak dan gas serta kenaikan belanja pemerintah. Kementerian Keuangan Rusia mencatat pendapatan anggaran naik 8,8% menjadi sekitar USD268 miliar, tetapi belanja meningkat 14,5% menjadi USD346,9 miliar, sehingga defisit mencapai 2,8% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Penerimaan dari sektor non-migas tumbuh 18,3% menjadi USD212,49 miliar, menjadi penopang utama negara. Sebaliknya, pendapatan migas merosot 16,8% menjadi USD55,79 miliar, meski masih di atas tingkat dasar anggaran. Defisit melebar terutama karena percepatan belanja dan pembayaran di muka untuk kontrak yang ditandatangani lebih awal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 06.30
Purbaya Bersiap Terapkan Pajak Baru 2027, Simak
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 22.04
Anggaran Belanja Tembus Rp 4.000 Triliun, Purbaya Janji Jaga Defisit
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 21.58
Penerimaan Pajak Naik 30 Persen, Purbaya Targetkan Pendapatan Negara Rp3.426 Triliun
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 19.55
Ecommerce Pungut Pajak Pedagang Online Ditunda 2 Bulan
Berita terkait
Purbaya Bakal Tarik Pajak Baru Tahun Depan, tapi Tergantung Ini
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 06.06
Purbaya Beri Sinyal Tarik Pajak Baru Tahun Depan
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 18.00
Dari Pertumbuhan 6% hingga Defisit 2,4%, ini Target yang Prabowo Bidik dalam RAPBN 2027
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 12.37
CORE: Pemerintah komitmen pertahankan defisit RAPBN di bawah 3 persen
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 18.49