Penertiban Tambang Ilegal Dinilai Titik Awal Tata Kelola Industri yang Lebih Sehat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah menertibkan sekitar 1.000 tambang ilegal dan menutup jalur penyelundupan di Bangka Belitung, langkah yang dinilai sebagai titik awal perbaikan tata kelola industri timah nasional. Pengamat BUMN UI Toto Pranoto menyatakan praktik pertambangan tanpa izin (PETI) merupakan tantangan struktural yang melibatkan jaringan kompleks, sehingga penanganannya tidak mudah dilakukan oleh aparat penegak hukum maupun PT Timah sebagai operator resmi. Menurutnya, penertiban ini penting untuk menciptakan industri timah yang lebih sehat dan bertanggung jawab.
PT Timah Tbk (TINS) turut memperkuat pengawasan dan pengendalian operasional di wilayah pertambangannya, sejalan dengan aksi pemerintah terhadap PETI dan penyelundupan. Langkah ini didukung oleh kepemimpinan Direktur Utama PT Timah yang memiliki latar belakang militer, yang diharapkan meningkatkan efektivitas pengawasan lapangan.
Toto menekankan bahwa persoangan PETI bukanlah hal baru, namun penertiban konsisten dan penguatan pengawasan operasional menjadi kunci untuk memastikan industri timah nasional dapat bersaing secara adil dan berkelanjutan di kancah internasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 22.21
Tambang Ilegal Ditertibkan, Kinerja Industri Timah Menguat
Berita terkait
1.000 Tambang Timah Ilegal Ditutup, Prabowo Perintahkan TNI-Polri Usut Tuntas
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 15.14
Prabowo Klaim 1.000 Tambang Timah Ilegal Ditutup, Laba TINS Naik 804%
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 11.55
Tambang Ilegal Ditertibkan, Produksi PT Timah Jadi Meningkat
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 08.15
Komisi III: Era Prabowo, Pemberantasan Korupsi-Tambang Ilegal Banyak Kemajuan
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 14.44