Bursa Asia Masuk Zona Merah Tertekan Obligasi AS dan Harga Minyak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bursa saham Asia-Pasifik melemah pada Kamis (10/9/2026) akibat kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS dan lonjakan harga minyak mentah. Indeks Nikkei 225 turun 0,62%, Kospi melemah 0,24%, dan S&P/ASX 200 terkoreksi 1,36%. Yield Treasury AS tenor 10 tahun mencapai 4,857%, level tertinggi sejak November 2023, yang memicu kekhawatiran investor terhadap inflasi dan kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Kondisi pasar diperburuk oleh ketegangan AS-Iran yang mendorong harga minyak Brent naik 3,4% menjadi US$101,21 per barel dan WTI naik 3,3% menjadi US$96,05 per barel. Kenaikan biaya energi ini dikhawatirkan meningkatkan inflasi global. Saat ini, investor fokus menunggu rilis data Producer Price Index (PPI) dan Consumer Price Index (CPI) AS untuk menilai arah kebijakan moneter mendatang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 10 September 2026 pukul 06.35
Wall Street Ditutup Melemah, Harga Minyak Tembus USD 100 per Barel
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 17.05
Harga Minyak Dunia Melambung, IHSG Oleng
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 16.23
Harga Minyak Dunia Meledak Jebol Level US$100, Tertinggi Sejak Juli
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 07.54
Harga Minyak Makin Panas, Nyaris Sentuh USD97 per Barel dalam Enam Pekan
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Mendidih dalam Sepekan, Solar Tembus Rekor Tertinggi
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 09.00
Harga Minyak Naik 7% dalam Sepekan Imbas Perang AS-Iran
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 08.40
Utang AS Meledak Tembus Rekor Rp707.154 Triliun, Sinyal Bahaya Ekonomi Global Berbunyi
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 08.49
Investor Khawatir Harga Minyak Icu Inflasi, Bursa Asia Dibuka Galau
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 08.35