Wall Street Ditutup Melemah, Harga Minyak Tembus USD 100 per Barel
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu dengan penurunan indeks S&P 500 (0,48%), Nasdaq (0,64%), dan Dow Jones (0,77%). Penurunan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah Brent yang menembus USD 100 per barel akibat ketegangan Timur Tengah, serta kenaikan yield Treasury AS bertenor 10 tahun ke level tertinggi sejak November 2023.
Investor kini mengantisipasi rilis data inflasi PPI dan harga konsumen untuk memprediksi arah suku bunga Federal Reserve, dengan peluang kenaikan suku bunga diperkirakan sebesar 60%. Di sektor teknologi, saham Meta melonjak lebih dari 6% berkat peluncuran asisten AI baru, sementara saham Apple dan Alphabet mengalami penurunan. Sektor energi menjadi satu-satunya sektor S&P 500 yang menguat sebesar 1,1%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 08.39
Bursa Asia Masuk Zona Merah Tertekan Obligasi AS dan Harga Minyak
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 17.05
Harga Minyak Dunia Melambung, IHSG Oleng
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 16.23
Harga Minyak Dunia Meledak Jebol Level US$100, Tertinggi Sejak Juli
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 08.35
Investor Khawatir Harga Minyak Icu Inflasi, Bursa Asia Dibuka Galau
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Mendidih dalam Sepekan, Solar Tembus Rekor Tertinggi
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 09.00
Harga Minyak Naik 7% dalam Sepekan Imbas Perang AS-Iran
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 08.40
Wall Street Rebound, tetapi Saham AS Tetap Melemah Sepekan
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 06.06
Harga Minyak Makin Panas, Nyaris Sentuh USD97 per Barel dalam Enam Pekan
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 07.54