Pengamat Politik Ujang Komarudin Soroti Bahaya Kooptasi Kekuasaan terhadap NU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat politik Ujang Komarudin dalam diskusi Muktamar ke-35 NU menyoroti bahaya kooptasi kekuasaan terhadap organisasi. Ia menilai sosok Rais Aam PBNU yang ideal bukan pihak pembuat konflik, melainkan yang mampu mengelola konflik dengan baik. Gus Dur dan Abdurrahman Wahid disebut contoh kiai yang ahli manajemen konflik. Ujang menekankan pentingnya menjaga NU tidak berpolitik praktis, agar tetap menjadi organisasi yang dibutuhkan masyarakat sekaligus negara, bukan berada dalam bayang-bayang kekuasaan. Selain itu, Rais Aam perlu menjaga moral organisasi melalui tokoh kiai dengan kredibilitas tinggi.
Bagikan
Berita terkait
Menjelang Muktamar Ke-35 NU, Gus Lilur Serukan GERBANG TOLL PBNU
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 06.29
Gus Lilur Serukan Tolak LPj PBNU, Minta Muktamirin Muktamar ke-35 NU Objektif
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 17.46
Usul AHWA Jadi Lembaga Permanen untuk Mencegah Konflik Rais Aam dan Ketua Umum PBNU
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 08.30
Parameter Politik Indonesia: Mayoritas Publik Setuju NU Jauhi Politik Praktis
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 22.59