Parameter Politik Indonesia: Mayoritas Publik Setuju NU Jauhi Politik Praktis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lembaga survei Parameter Politik Indonesia merilis hasil survei terkait sikap publik terhadap kedekatan Nahdlatul Ulama (NU) dengan politik praktis. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar publik, yakni 65,8%, setuju atau sangat setuju agar NU menjauh dari politik praktis. Sebanyak 54,3% responden setuju dan 11,5% sangat setuju. Sebaliknya, 20,3% tidak setuju dan 8,7% sangat tidak setuju. Survei ini dilakukan melalui metode wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, dan 120 desa/kelurahan. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling. Pelaksanaan survei berlangsung dari 20 Juli hingga 3 Agustus 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 21.43
Pengamat: NU Jangan Sampai Berada Dalam Kendali Kekuasaan
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 19.18
Tantangan NU Masa Depan, Gus Yahya: Identitas, Konsolidasi hingga Peran Global
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 17.19
Halaqah Alim Ulama Minta NU Tetap Independen dan Jangan Jadi Alat Politik
Berita terkait
Parameter Politik Indonesia: Mayoritas Publik Tidak Setuju NU Kelola Tambang
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 00.01
Survei PPI: Mayoritas Warga NU Ingin Organisasi Fokus Urusan Agama dan Umat
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 20.44
Gus Lilur Minta Jangan Bawa-bawa Nama Presiden untuk Intervensi Muktamar NU
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 07.04
Gus Lilur Minta Presiden Prabowo Pastikan Namanya Tak Dipakai untuk Intervensi Muktamar NU
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 13.46