Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pengunaan Desil untuk Pembatasan Pertalite Dinilai Bermasalah

Penggunaan desil untuk membatasi pembelian Pertalite dinilai bermasalah oleh CORE Yusuf Rendy Manilet. Metode proxy means test (PMT) tidak akurat di batas desil 8-9 karena perbedaan ekonomi rumah tangga yang tipis. Model pengeluaran hanya menjelaskan sebagian kesejahteraan, sisanya adalah residual. Yusuf menekankan variabel aset, rumah, listrik, dan pendidikan lebih mencerminkan stok kesejahteraan masa lalu, bukan arus kas hari ini yang relevan dengan kebijakan BBM. Kesalahan klasifikasi berdampak pada bantakan sosial, pendidikan, kesehatan, dan BBM. Ia menyarankan DTSEN sebagai penyaring awal dengan verifikasi tambahan untuk yang dekat batas, serta transparansi metodologi dan statistik kesalahan. Penggunaan karakteristik kendaraan sebagai indikator lebih mudah diverifikasi. Pemerintah perlu memastikan alat penentu akses subsidi cukup akurat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait