Pengunaan Desil untuk Pembatasan Pertalite Dinilai Bermasalah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penggunaan desil untuk membatasi pembelian Pertalite dinilai bermasalah oleh CORE Yusuf Rendy Manilet. Metode proxy means test (PMT) tidak akurat di batas desil 8-9 karena perbedaan ekonomi rumah tangga yang tipis. Model pengeluaran hanya menjelaskan sebagian kesejahteraan, sisanya adalah residual. Yusuf menekankan variabel aset, rumah, listrik, dan pendidikan lebih mencerminkan stok kesejahteraan masa lalu, bukan arus kas hari ini yang relevan dengan kebijakan BBM. Kesalahan klasifikasi berdampak pada bantakan sosial, pendidikan, kesehatan, dan BBM. Ia menyarankan DTSEN sebagai penyaring awal dengan verifikasi tambahan untuk yang dekat batas, serta transparansi metodologi dan statistik kesalahan. Penggunaan karakteristik kendaraan sebagai indikator lebih mudah diverifikasi. Pemerintah perlu memastikan alat penentu akses subsidi cukup akurat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 15.40
Desil 9 dan 10 Bakal Tak Bisa Beli Pertalite, Simak Arti Desil di Sini!
Berita terkait
Apa Itu Desil 1 sampai 10? Ini Kriteria dan Cara Cek Lewat Link Resmi
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.10
Apa Itu Desil 9 dan 10, Kelompok yang Bakal Dilarang Beli Pertalite?
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 17.00
Siapa Masyarakat Desil 9-10 yang Akan Dibatasi Beli Pertalite? Ini Kriterianya
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 13.55
Rencana Pemerintah Membatasi Pertalite, Politikus PKS Singgung Tentang Regulasi
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 13.49