Penyaluran Bansos Tak Tepat Sasaran, 60% ke Kantong Orang Mampu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan sosial (bansos) di Indonesia masih banyak yang tidak tepat sasaran. Berdasarkan uji coba program perlindungan sosial di Banyuwangi, Jawa Timur, hampir 67% masyarakat yang mampu justru mendapatkan bansos, sementara sekitar 40% masyarakat yang sebenarnya berhak tidak mendapatkan bantuan. Hal ini menunjukkan adanya kegagalan dalam penentuan sasaran penerima bansos.
Untuk memperbaiki sistem tersebut, pemerintah sedang melakukan registrasi ulang penerima bansos secara digital. Masyarakat yang merasa layak mendapatkan bansos masih dapat melakukan sanggahan. Dalam proses ini, pemerintah juga melibatkan TNI-Polri, ASN, dan perangkat daerah untuk membantu sosialisasi dan pendataan.
Selain itu, pemerintah akan mengintegrasikan data dari Dukcapil dengan data aset kepemilikan seperti tanah dan mobil menggunakan biometrik. Integrasi data ini diharapkan dapat memastikan bahwa bansos hanya diterima oleh warga yang memang membutuhkan dan memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 15.06
Pemerintah Kerahkan TNI-Polri hingga Warga Buat Verifikasi Data Bansos
kumparan · 30 September 2026 pukul 21.43
Wakapolri Siapkan Siswa SIP, Sepolwan, SPN, dan Taruna Akpol Dukung Perlinsos
kumparan · 30 September 2026 pukul 19.30
Kemensos dan DEN Gandeng Polri Jadi Agen Perlinsos di Pedesaan
kumparan · 30 September 2026 pukul 19.24
Digitalisasi Bansos Targetkan 48 Juta Penduduk, Gus Ipul Dorong Agen Perlinsos
Berita terkait
Bansos di 143 Daerah Mulai Pakai Sistem Digital, Begini Skemanya
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 09.45
Luhut Jadi Agen Perlinsos, HP-nya Bisa Buat Daftarkan Penerima Bansos
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 18.20
Jubir DEN Ungkap Keunggulan GovTech, Bansos Lebih Tepat Sasaran
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 14.45
50 Juta Warga Desil 1-5 Dapat Bansos, Ini Sumber Dananya
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 10.17