Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Penyebab Keracunan MBG Terbongkar, Makanan Dimasak Malam Dimakan Sore Hari

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan bahwa keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua disebabkan oleh keterlambatan konsumsi makanan. Beberapa siswa membawa pulang MBG yang seharusnya dimakan saat siang hari, lalu mengonsumsinya sore hari sehingga makanan berpotensi basi. Selain itu, waktu masak yang terlalu jauh dari waktu distribusi menjadi faktor lain.

Sudaryono menyebutkan bahwa SPPG memproduksi MBG pada malam hari, misalnya pukul 19.00, lalu mendistribusikannya ke sekolah keesokan harinya sekitar pukul 11.00. Selisih waktu tersebut terlalu lama untuk makanan tanpa pengawet. MBG yang tidak mengandung pengawet memiliki potensi pembusukan lebih cepat, terutama di daerah beriklim panas yang mempercepat pertumbuhan bakteri.

Ke depan, BGN akan mewajibkan SPPG mencantumkan informasi waktu produksi dan batas konsumsi pada wadah makanan. Standar yang diterapkan adalah makanan harus dikonsumsi maksimal empat jam setelah dimasak. Program MBG selama enam bulan telah menghabiskan APBN sebesar Rp101,1 triliun.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait