Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kepala BGN Ungkap Penyebab Keracunan MBG di Papua: Masaknya Kecepetan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryon o mengungkapkan penyebab keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua. Menurutnya, dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memasak terlalu cepat, bahkan sejak malam hari, sehingga saat disajikan pada pukul 11.00 sudah tidak layak konsumsi. Selain itu, sejumlah siswa membawa pulang MBG dan memakannya berjam-jam kemudian, yang mempercepat pencemaran bakteri. Akibatnya, keracunan tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga anggota keluarga yang ikut memakan makanan tersebut.

Untuk mencegah kasus serupa, Sudaryon berencana menerapkan aturan standar, termasuk batas waktu konsumsi (best before) maksimal 4 jam setelah dimasak. Ia juga menginginkan para guru ikut mengikuti program MBG sekaligus memberikan edukasi gizi dan pentingnya tidak membawa pulang makanan. Hal ini sudah dibicarakan dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti untuk diterapkan di seluruh sekolah.

Karena MBG tidak menggunakan pengawet dan dikonsumsi di iklim panas, risiko pencemaran bakteri menjadi tinggi. Edukasi kepada siswa, guru, dan keluarga dianggap penting agar program ini dapat berjalan dengan aman dan bermanfaat bagi gizi anak sekolah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait