Perang AS-Iran Makan Korban Baru: Vietnam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Vietnam menjadi korban baru perang AS-Iran. Defisit perdagangan negara itu makin dalam sepanjang 2026 akibat impor melonjak karena kenaikan biaya bahan bakar dari konflik Timur Tengah. Hingga Juli, defisit mencapai US$20,5 miliar (sekitar Rp369 triliun), melampaui rekor tahunan 2008. Pada Juli saja, defisit US$3,587 miliar, lebih besar dari Juni yang US$2,64 miliar. Ekspor Juli naik 25% menjadi US$53 miliar, sementara impor melonjak 41% menjadi US$56,67 miliar. Januari-Juli, ekspor tumbuh 21,7% menjadi US$320 miliar, impor naik 34,8% menjadi US$340 miliar.
Lonjakan impor dipicu harga bahan bakar. Penutupan Selat Hormuz akibat perang AS-Iran menaikkan harga minyak. Volume impor minyak mentah turun 11,9%, tapi nilainya naik 18%. Impor bahan bakar olahan naik 6% volume, nilainya melonjak 67,6%. Di tengah defisit, Vietnam tetap menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas 10% pada 2026, namun dibayangi inflasi, impor membengkak, dan penyelidikan AS. AS juga memberlakukan tarif baru 12,5% sejak 24 Juli lewat Section 301 terkait dugaan kerja paksa, yang dibantah Hanoi.
Arus investasi asing langsung masih positif: realisasi FDI Januari-Juli naik 11,8% menjadi US$15,2 miliar. Inflasi mereda, harga konsumen Juli naik 4,45% (Juni 4,69%), target pemerintah 4,5%. Produksi industri Juli tumbuh 14,5%, penjualan ritel juga naik 14,5%, menunjukkan ekonomi domestik tetap solid.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 12.49
Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Apa Kabar Kurs Rupiah?
Berita terkait
Harga Minyak Tembus US$ 101/Barel, Purbaya: Anggaran Masih Cukup
Detik.com · 10 September 2026 pukul 14.57
Rupiah Dibuka Melemah Rp17.903 per USD, Pasar Soroti Kenaikan Harga Minyak Dunia
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 09.18
Negara Kaya Minyak Ini Tercekik Perang AS-Iran, Tekor Rp 1.068 T
CNBC Indonesia · 26 September 2026 pukul 22.00
Rupiah Anjlok di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 11.26