Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Perdagangan Iran Turun hingga 35 Persen, Mojtaba Khamenei Minta Peran Dolar AS Dikurangi

Perdagangan Iran mengalami penurunan sebesar 25 hingga 35 persen akibat sanksi dan blokade laut Amerika Serikat, dengan penurunan impor lebih besar dibanding ekspor. Presiden Masoud Pezeshkian menyampaikan angka ini dalam wawancara dengan televisi pemerintah, dan menegaskan bahwa sanksi memiliki dampak nyata terhadap perekonomian negaranya. Ekspor minyak mentah Iran juga turun drastis, dari sekitar 1,7 juta barel per hari pada Agustus 2025 menjadi sekitar 260.000 barel per hari pada Agustus 2025, penurunan lebih dari 80 persen. Blokade ini diluncurkan oleh pemerintah AS sebagai tanggapan atas serangan Iran terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.

Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyerukan kemandirian ekonomi yang lebih besar dan meminta peran dolar AS dikurangi secara bertahap. Ia juga menekankan pentingnya menguatkan pertumbuhan ekonomi dan produksi, serta mengembangkan konsep Ekonomi Perlawanan. Tekanan ekonomi terhadap Iran semakin meningkat setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent meluncurkan "Operation Economic Outcast", kampanye yang menargetkan hubungan keuangan Iran dengan dunia, termasuk tindakan terhadap Banque Misr UAE yang diduga terlibat dalam jaringan keuangan bayangan Iran.

Meskipun menghadapi blokade, Kementerian Perminyakan Iran menyatakan bahwa negara memiliki cukup cadangan minyak untuk memenuhi kebutuhan anggaran 2026 hingga 2027. Selama empat bulan, 7,5 miliar dolar AS dari hasil penjualan minyak telah ditransfer ke bank sentral Iran, yang diperkirakan cukup hingga awal Januari 2027. Konflik yang telah berlangsung enam bulan ini belum menunjukkan tanda penyelesaian, terutama terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait