"Duri dalam Daging" AS Taklukkan Iran: China
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Strategi ekonomi AS 'Operasi Ekonomi Outcast' dari Menteri Keuangan Scott Bessent menekan Iran lewat sanksi, tetapi menghadapi hambatan besar dari China. China adalah pembeli utama minyak Iran (puluhan miliar dolar per tahun) dan menggunakan jaringan 'teapot refinery', pelabuhan, kapal tanker, serta sistem keuangan non-dolar untuk mengatasi sanksi. China menolak sanksi AS satu-pihak dan menekankan perlindungan kepentingan negara serta risiko memperburuk ketegangan global. Pertemuan Trump-Xi yang akan datang menjadi faktor kunci dalam menilai dampak kebijakan AS terhadap hubungan dagang kedua negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 02.09
Tak Gentar, China Jawab Ancaman AS yang Minta Iran Dikucilkan dari Hubungan Bisnis
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 09.00
China Pembeli Terbesar Minyak Iran, Apakah Sanksi AS Ancam Hubungan Kedua Negara?
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 07.44
Trump Klaim Selat Hormuz Bebas Ranjau, Iran Ancam Tutup Lagi
Warta Ekonomi · 25 Agustus 2026 pukul 19.44
Iran dan China Kompak Lawan Tekanan Ekonomi AS, Sebut Strategi Lama yang Didaur Ulang
Berita terkait
Trump Mau "Tembak" 5 Negara Ini Buat Hancurkan Iran, Ada RI?
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 19.40
Kemlu China Respons AS: Kerja Sama China dan Iran Tak Boleh Diganggu
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 19.07
China Tegaskan Kerja Samanya dengan Iran Patuhi Hukum Internasional
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 17.27
AS Ancam Bakal Sanksi China jika Berbisnis dengan Iran
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 13.05